Selasa, 07 April 2015

Prosedur Penyusunan program kerja karang taruna

Prosedur Penyusunan program kerja karang taruna


Agar dapat memudahkan pemuda karang taruna merumuskan kegiatan kegiatannya
Tentu nya tidak terlepas dari bagaiman menyusun progaram kerja agar lebih sistematis
Sesuatu hal yangharus di ketahui oleh pemuda Karang taruna adalah suatu kegiatan tanpa adanya program jelas mustahil dapat di peroleh hasil yang sebaik- baik nya terlebih lebih tugas pemuda Karang taruna adalah begitu komplek dan beraneka ragam sudah barang tentu memerlukan kerangka pemikiran yang mendalam mengingat tugas yang dilakukan menyangkut masalah masalah kemasyarakatan yang mempunyai corak keperibadian khas antara orang yang satu dengan orang yang lain. Untuk itu sangat di perlukan adanya analisa yang baik yang berhubungan dengan tingkat persoalan yang paling menonjol di dalam masyarakat kegiatan yang di pandang paling efektif guna mengatasi persoalan tersebut, serta tindak lanjut pembinaannya setelah persoalan dapat di atasi.
Sehubungan dengan ini sudah sewajarnnyalah bagi pemuda karang taruna selalu belajar bekerja dan berusaha keras dengan penuh rasa tanggung jawab dengan pengabdian demi suksesnya program program. Oleh karena itu bagi setiap pemuda karang taruna harus membulatkan tekad semangat, dan berjiwa seorang pemimpin yang mampu menjadi pengayom dan suri tauladan bagi setiap warga, tanpa mengharapkan sesuatu imbalan apapun dari orang lain sehingga selalu bertanya pada diri sendiri tentang apa yang dapat aku sumbangkan dan persembahkan dalam hidupku untuk kemaslahatan banyak orang.

Arti dan batasan

Pada dasarnya pengertian tentang Program Kerja Karang Taruna sangat beraneka ragam tergantun dari mana tinjauan pengertian itu akan diterapkan/digunakan. Oleh karena itu untuk kepentingan ini maka agar pengertian Program Kerja Karang Taruna ter tersebut mudah di fahami oleh para pemuda karang taruna dapat kita batasi sebagi berikut :
Program Kerja Karang Taruna ialah suatu kegiatan yang akan dilakukan dalam jangka waktu tertentu dan di susun secara terperinci.
Di dalam Program Kerja Karang Taruna terkandung unsur unsur sebagai berikut :
  1. Tingkat persoalan
  2. Tujuan
  3. Strategi
  4. Perogram kegiatan
  5. Hasil yang akan di capai
  6. Jadwal kegiatan

Waktu penyusunan Program Kerja Karang

Di dalam setiap penyusunan Program Kerja Karang Taruna hendaknya dilakukan sekali dalam satu tahun kalender yaitu Januari – desember dan di uraikan secara terperinci kegiatan kegiatan yang akan dilakukan pada setiap bulan. Dengan demikian maka akan mudah untuk mengadakan pengontrolan terhadap tugas tugas yang sudah dilaksanakan dan belum dilaksanakan pada setiap bulannya, sehingga pada akhir tahun dapat diketuhui secara pasti tentang hasil hasil yang dicapai. Masalah masalah yang ditemui dalam melaksanakan tugas serta Program Kerja Karang Taruna yang harus dilakukan pada tahun (tahapan) berikutnya.
Langkah langkah dalam penyusunan Program Kerja Karang Taruna 
Langkah langkah yang harus di tempuh di dalam penyusunan Program Kerja Karang Taruna adalah

Pengumpulan data dasar.

Pengertian

Data dasar ialah suatu data yang mengambarkan tentang keadaan fisik maupun non fisik yang ada di masyarakat sebagai pangkal tolak ukur guna merumuskan Program Kerja Karang Taruna . Keadaan fisik yaitu data yang menggambarkan tentang letak gepgrafis dari pada kelompok binaan, keadaan transportasi dan fasilitas fasilitas lainnya seperti pasar sekolah dan rumah ibadah dan lain lain. Keadaan non fisik ialah data yang menggambarkan tentang masalah kependudukan ditinjau dari latar belakang sisial ekonominya

Jenis jenis data dasar

Untuk kepentingan penyusunan Program Kerja Karang Tarunaa maka data dasar hanya berkisar pada

Jumlah kepala keluarga

Yaitu data yang mengambarkan tentang jumlah dari pada penduduk yang telah mandiri yang terdiri dari suami istri serta anak anaknya yang tinggal menetap dalam wilayah nya.

Jumlah penduduk menurut usia dan jenis kelamin

Yaitu data yang menggambrkan tentang jumlah penduduk dalam wilayahnya laki laki dan perempuan dari 0 (nol) tahun sampai lebih

Agama dan kepercayaan

Yaitu data yang menggambarkan tentang jumlah penduduk yang memeluk agama maupun kepercayaan
Latar belakang pendidikan
Yaitu data yang menggambarkan tentang latar belakang pendidikan penduduk di wilayah dari SD, SMP, SMA, PT buta huruf dan putus sekolah di berbagai tingkatan pada usia dewasa
  1. Pekerjaan atau sumber mata pencarian
Yaitu data yang menggambarkan tentang sumber mata pencarian penduduk seperti berapa jumlah penduduk yang bekrja sebagai PNS, pedagang kecil/ besar, wirasasta, dan yang sama sekali belum memiliki mata pencarian tetap.
  1. Tingkat partisipasi penduduk terhadap program yang ada
Yaitu data yang menggabrkan tentang tanggapan dan keikutseraan penduduk dalam pelaksanaan program program pembangunan
  1. Masalah masalah sosila yang sering terjadi
Yaitu data yang menggambarkan tentang jenis jenis persoalan yang sering muncul di dalam masyarakat
Seperti perkelahian, perjudian, pertentangan SARA
  1. Sebab sebab terjadinya masalah sosial
Yaitu data yang menggambarkan tentang sebab musabab terjadinya masalah sosial baik yang dipengaruhi oleh situasi dalam masyarakat ataupun pengaruh pengaruh dari luar
Adanya sejumlah pemuda yang menganggur dan sering bikin onar
Kondisi perumahan penduduk yang terlalu padat sehingga kurang memenuhi syarat untuk hidup sehat.
Sikap hidup sebagian masyarakat yang masih tradisionil sehingga menimbulkan penolakan terhadap Program Kerja Karang Taruna
Datangnya pengaru orang orang dari luar yang membawa pengaruh negatig terhadap masyarakat
  1. Potensi yang dapat dijadikan sarana dalam memperlancar tugas :
Yaitu data yang menggambarkan tentang sarana pendukung yang mungkin dapat di jadikan sebagai pembantu dalam memperlancar tugas.

Cara mengumpulkan data dasar

Didalam melaksanakan pengumpulan data dasar sebagai bahan Program Kerja Karang Taruna ada 2 cara yang ditempuh yaitu cara obsevasi (pengamatan dan wawancara)

Observasi

Yaitu cara pengumpulan data dasar dengan menyebarkan angket kepada semua kepala keluarga yang berada di wilayahnya. Angket biasanya berisi daftar pertanyaan yang telah disiapkan sebelummnya dan yang menjadi sasaran angket tersebut tinggal mengisinya disamping itu terhadap data dasar yang tidak dapat diangket. Maka pemuda karang taruna langsung mendatangi dan menanyakan langsung kepada orang yang mengetahui.

Wawancara

Yaitu cara pengumpulan data yang dilaksanakan secara langsung artinya pemuda karang taruna harus mendatangi para warga guna menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan data yang diinginkan
Dari kedua cara ini masing masing mempunyai kekuatan dan kelemahan apabila hanya menggunakan cara obsevasi kekuatannya ialah dalam waktu singkat data dapat di kumpulkan sedangkan kelemahnya tidak dapat mengungkapkan data yang sebanyak banyaknya yang mungkin belum tertulis dalam angket sedangkan pengumpulan data dasar dengan menggunkana wawancara keuntungannya data dapat di perloeh sebanyak banyaknya sedangkan kelemahannya sangat memerlukan waktu yang lama

Mengadakan Analisa tingkat persoalan

Analisa tingkat persoalan yang di maksud ialah rumusan tentang jenis persoalan/ maslah yang terjadi dalam masyarakat berdasarkan atas hasil pengumpulan data dasar yang di peroleh
Dari persoalan itu selanjutnya di buat urutan yang paling besar sampai yang paling terkecil sehinga dapat dijadikan pangkal tolak ukur di dalam menyusun Program Kerja Karang Taruna

Merumuskan tujuan

tujuan yang di maksud dalam Program Kerja Karang Taruna ialah hasil hasil yang akan di capai berdasarkan atas tingkat persoalan yang akan di garap biasanya dalan merumuskan tujuan ada dua yaitu
  1. Tujuan umum
  2. Tujuan Khusus

Murumuskan Program Kerja Karang Taruna

Di dalam merumuskan Program Kerja Karang Taruna hendaknya disesuaikan dengan tujuan yang akan kita capai berdasarkan atas tingkat persoalan yang dihadapi. Kesalahan dalam merumuskan Program Kerja Karang Taruna mengakibatkan tak akan tercapainya tujuan yang telah dirumuskan untuk itu pemuda karang taruna harus mengenal bidang bidang program bersifat kemasyarakatan agar dapat dilaksanakan secara efektif dalam masyarakat kerenanya dalam merumuskan program perlu diperhitungkan
Tenaga
  1. Apakah tersedia tenaga suka rela untuk membantu pelaksanaan program tersebut
  2. Apakah memperoleh dukungan dalam kelompok binaan
  3. Apakah ada tenaga dari instansi lain yang bersedia membantu
Biaya
  1. Biaya apakah memerlukan biaya besar
  2. Bila memerlukan biaya dari mana di peroleh
  3. Bila tak perlu biaya apakah kesinambungan program itu dapat terjamin
Sarana dan prasarana
  1. Apakah tersedia sarana dan prasarana setempat yang dapat di manfaatkan, misalnya tempat-tempat pertemuan.
  2. Kalau tidak terpenuhi dari mana sarana dan prasarana itu harus di usahakan.
Waktu
Kapan Program Kerja Karang Taruna itu di mulai dan akan berakhir unutk itu maka dalam penentuan aktu harus dipilih situasi yang setepat tepatnya agar memperoleh hasil yang seoptimal mungkin
Oleh karena nya didalam menyusun Program Kerja Karang Taruna baik dari penentuan tingkat persoalan perumusan tujuan dan pemilihan Program Kerja Karang Taruna perlu di perhitungkan dengan secermat mungkin agar tidak terjadi kesesatan kesesatan dalam pelaksanaanya.
Menyusun jadwal kegiatan
Jadwal kegiatan yang di maksud ialah waktu pelaksanaan berdasarkan atas langkah langkah dari suatu program kegiatan yang akan ditempuh baik dari tahap persiapan, pelaksanaan dan tindak lanjutnya diadalam menyusun jadwal kegiatan harus mengambarkan kegiatan untuk minguan, bulanan dan tahunan. Begitulah secara singkat uraian tentang Program Kerja Karang Taruna .

CONTOH SK KT

KEPUTUSAN KEPALA DESA SANGKANHURIP
NOMOR :  9 TAHUN 2015


TENTANG  :
PEMBENTUKAN KARANG TARUNA RANTING 20
MASA BAKTI TAHUN 2015

KEPALA DESA SANGKANHURIP

Menimbang           :     Bahwa sebagai pelaksana pasal 8 ayat  (2) Huruf a Pengaturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 83/HUK/2005 tentang pedoman Dasar Karang Taruna, Maka dipandang perlu penetapan keputusan Kepala Desa Tentang Pembentukan kepengurusan Karang Taruna Ranting 20 .
Mengingat             :     1.   Undang-undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pemerintah Daerah Kabupaten dalam lingkungan Jawa Barat (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950);
                              2. Undang-undang Nomor 6 Tahun 1947 Tentang Ketentuan- ketentuan Pokok Kesejahteraan Sosial (Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 1947 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3390);
                                    3.   Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53);
                                    4.   Undang-undang  Nomor 32 Tahun 2004 tentang pemerintah daerah (Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. Tambahan Lembar Negara Republik Indonsia Nomor 4437);
                                    5.   Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 83/HUK/2005 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna;



                                    6.   Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 27 Tahun 2004 Tentang Pembentukan Perangkat Daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah KabupatenBAndung (Lembar Daeran Kabupaten Bandung Tahun 2004, Nomor 27, Seri D);
                                 
MEMUTUSKAN

Menetapkan          : 
KESATU     :   

KEDUA       :

KETIGA      : 

KEEMPAT  :  








                                                                              Ditetapkan di           : 
                                                                              Pada Tanggal           :  
                                                                                    KEPALA DESA sangkanhurip




                                                                                        APIP



LAMPIRAN               :          
LAMPIRAN               :      

NOMOR                     :        
TANGGAL                :        
TENTANG                 :     P
SUSUNAN PENGURUS KARANG TARUNA DESA TEGALSARI
KECAMATAN MAJA KABUPATEN MAJALENGKA
MASA BAKTI TAHUN 2012

Pembina                                             :  






Majelis Akbar Karang Taruna (TIM 11)
Ketua  Umum                                     :     
     
Sekretaris                                            :   

Anggota                                              :   
Pengurus Harian                    
Ketua                                                  :    
Wakil Ketua                                       :    
Wakil Sekretaris                                :    
Bendahara                                         :     
Wakil Bendahara                              :     

Bidang :
BIDANG PENDIDIKAN DAN PELATIHAN






BIDANG USAHA KESEJAHTERAAN SOSIAL


BIDANG KELOMPOK USAHA BERSAMA


BIDANG KEROHANIAN DAN PEMBINAAN MENTAL


BIDANG OLAHRAGA DAN SENI BUDAYA


BIDANG LINGKUNGAN HIDUP

BIDANG HUB. MASYARAKAT DAN KERJASAMA KEMITRAAN










































contoh berita acara

BERITA ACARA

BERITA ACARA
PEMBENTUKAN Pengurus HUT RI-70KARANG TARUNA KOWACI(Komunitas Warga Ciborerang)
Pada Hari ini Jum’at Tanggal Enam Bulan April Tahun Dua Ribu lima belas Pukul Dua Puluh Lewat Sepuluh Menit Tempat RT 03
Telah diselenggarakan Musyawarah  / Rapat Pembentukan pengurus HUT RI ke-70Karang Taruna yang dihadiri Unsur-unsur Pemuda Ciborerang .Daftar Hadir terlampir.

Materi atau topik  yang dibahas dalam Forum ini  serta yang bertindak selaku unsur pimpinan rapat adalah :
A. Materi atau Topik
1.    Penjelasan Arti Sebuah Organisasi Kepemudaan
2.    Temu Pemuda
3.    Pembentukan Pengurus HUT RI_70 Karang Taruna KOWACI
4.    Pemberian Nama Tema Acara
5.    Pembentukan Pengurus
B. Unsur Pimpinan Rapat dan Sekretaris

Pimpinan Rapat                    :     Muhamad Lutfi S.E
Sekretaris / Notulis               :
Koordinator PENGGAGAS KT :
Narasumber    :
                             
Setelah dilakukan pembahasan dan diskusi terhadap materi atau topik di atas selanjutnya seluruh peserta memutuskan dan menyepakati beberapa hal yang berketetapan menjadi Keputusan Akhir Musyawarah  ini,  yaitu :

1.
2.
3.
4.
5.
   

       Keputusan diambil secara : Musyawarah mufakat/aklamasi dan pemungutan suara/voting

Demikian berita acara ini dibuat dan disahkan dengan penuh tanggung jawab agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Pemimpin Rapat                     Notulis /Sekretaris



MUhamad Lutfi S.E                      Hanifah



                           Mengetahui
                Kepala Desa Sungai Jaga.A




                           Apip

Senin, 06 April 2015

Proposal Kebersihan KARANG TARUNA


PROPOSAL KEBERSIHAN LINGKUNGAN
PEMBELIAN TONG SAMPAH DAN PEMBUATAN TPA
DI KP. CIBORERANG RW 20, DESA SANGKANHURIP



KARANG TARUNA (KOWACI)
KOMUNITAS WARGA CIBORERANG
PERIODE 2015










PANITIA KEBERSIHAN LINGKUNGAN
KARANG TARUNA CIBORERANG RW 20
 PEMBELIAN TONG SAMPAH DAN PEMBUATAN TPA


No.      : 001/KTK/IV/2015                                                                   Bandung, 07 April 2015
Lamp   : 1 berkas Proposal
Hal       : PERMOHONAN BANTUAN DANA

Yang Kami Hormati,

Bapak/Ibu Para Donatur

Di- Tempat


Assalammu’alaikum Wr. Wb.
      Salam silaturahmi, teriring do’a kami sampaikan kepada Allah SWT yang senantiasa melindungi dan memberi kelancaran atas semua aktifitas keseharian kita.
Sehubungan dengan rencana program kerja Karang Taruna Kowaci dan sesuai dengan usulan dari warga tentang pengelolaan kebersihan lingungan, maka kami bermaksud menjalakan amanah yaitu dengan membeli alat-alat kebersihan dan pembuatan TPA sesuai dengan usulan tersebut.
Adapun dana guna membeli alat kebersihan tersebut adalah dari kas Karang Taruna dan sumbangan dari warga/donator.
Untuk itu kami mohon kerjasama dan dukunganya guna meciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman.
       Demikian surat ini kami buat atas perhatianya dan kerjasamanya kami ucapkan.
Jaazakumullah khairon katsir.

Wassalammu’alaikum Wr. Wb.


Ketua Panitia



Muhamad Lutfi S.E

Sekretaris



Denis



Mengetahui

Kepala Desa



Apip

Ketua KT
Kowaci


David

PROPOSAL KEBERSIHAN LINGKUNGAN
 PEMBELIAN TONG SAMPAH DAN PEMBUATAN TPA






I.     LATAR BELAKANG

Lingkungan hidup kian waktu mengalami ancaman dan kerusakan setiap saat. Kerusakan yang disebabkan oleh pola hidup yang tidak ramah lingkungan dari manusia merupakan penyebab yang diyakini turut andil terjadinya kerusakan lingkungan hidup. Sebagai akibatnya, keseimbangan ekosistem menjadi terganggu. Meskipun begitu, belum cukup untuk menjadikan kerusakan lingkungan sebagai pelajaran yang dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Begitu pula Karang Taruna dirasa perlu memecahkan permasalahan lingkungan hidup terutama dari segi kebersihan.
Kebersihan dilingkungan kita umumnya membuang sampah ke sungai selain mengotori lingkungan juga dapat membuat masalah baru seperti banjir, penyakit dan kerusakan ekosistem. Oleh karena itu permasalahan tersebut perlunya ada suatu pemecahan permasalahan yaitu dengan membuat tempat pembakaran sampah atau tempat pembuangan sampah akhir, juga perlu adanya alat pendukung kebersihan yang bagus berupa tempat sampah yang selain bias digunakan tempat pembuangan sampah tapi bias juga sebagai pembakaran sampah langsung oleh warga sehingga lingkungan akan dapat lebih bersih.

II.DASAR PEMIKIRAN    

       Seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan tumbuhnya perekonomian, terjadi peningkatan kuantitas sampah dan munculnya jenis sampah yang baru. Hal ini dapat menimbulkan permasalahan lingkungan yang makin kompleks. Maka dengan banyak terjadi permasalahan.Oleh karena itu, pengelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi metode pengelolaan yang makin relevan dan penting.
Kegiatan pengambilan sampah ini  adalah kegiatan yang sifatnya sosial yang dilakukan berdasarkan kebijakan dari warga masyarakat agar terciptanya lingkungan yang bersih serta menjaga sanitasi lingkungan menjadi nyaman,indah dan sehat .
Perkembangan dan kemajuan teknologi semenjak abad ke-21 tanpa diikuti kesadaran lingkungan hidup telah banyak menyebabkan berbagai masalah lingkungan di seluruh dunia. Seperti kita ketahui bersama lingkungan hidup merupakan faktor utama dalam kelangsungan hidup manusia, pengelolaan lingkungan hidup atau sumber daya alam yang tepat akan mampu memberikan mamfaat bagi hidup manusia itu sendiri. Sebaliknya, eksploitasi yang berlebihan terhadap lingkungan hidup dapat mendatangkan bencana bagi umat manusia itu sendiri.

III. LANDASAN HUKUM
a.       Undang-undang no 32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah tertanggal 15 Oktober 2004.
b.      Peraturan Pemerintah No. 72 tentang Desa tertanggal 30 Desember 2005.
c.       Peraturan Pemerintah No. 73 tentang Kelurahan tertanggal 30 Desember 2005.
d.      Permensos RI Nomor 83/HUK/2005 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna tertanggal 27 Juli 2005.
e.       Permendagri RI Nomor 5 Tahun 2007 tentang Pedoman Penataan Lembaga tertanggal 5 Februari 2007.
f.       SK Kepala Desa Tegalsari No.1 Tahun 2011.

IV. MAKSUD DAN TUJUAN
A. Maksud
Dengan tidak mengurangi rasa hormat, bahwa maksud dari pengajuan proposal ini adalah, terjalinnya sebuah hubungan yang baik antara perusahaan Bapak/Ibu warga Ciborerang. Melihat dari kondisi tersebut, bersama ini kami pengurus Karang Taruna hendak  mengajukan permohonan bantuan dana pengadaan sarana dan prasarana kebersihan (Drum tong sampah ), dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan terciptanya lingkungan yang bersih dari sampah.
B. Tujuan
Pengajuan Permohonan Bantuan dana Pengadaan sarana dan Prasarana alat Kebersihan di susun oleh Pengurus Karang Taruna Kowaci Bertujuan untuk :
1.    Meberikan tempat yang tepat dalam membuaang sampah.
2.    Menyedikan tempat pembakaran sampah langsung atau pembuangan sampah akhir (TPA)
3.    Menciptakan lingkungan bersih dan nyaman untuk disekitar pemukiman atau sungai.

V. BENTUK PELAKSANAAN
Bentuk Pelaksanaan kegiatan adalah
1.      Penggalian lubang sampah untuk TPA diluar pemukiman warga sehingga tidak mengganggu aktifitas warga.
2.      Penggalangan dana dari masyarakat untuk membeli drum sampah sebanyak mungkin yang nantinya akan digunakan warga sebagai TPA sementara atau pun tempat pembakaran sampah dimalamhari
3.      Sosialisasi penyediaan tempat sampah sederhana disetiap rumah guna mempermudah membuang sampah dan mengambil sampah sehingga dapat tercipta lingkungan bersih
VI. WAKTU
Terlampir dalam Bagan

VII. ANGGARAN BIAYA
 Anggaran biaya terlampir

VIII. SUMBER DANA
Adapun sumber dana yang diharapkan didapat dari :
1.        Kas Karang Taruna
2.        Sumbangan swadaya masyarakat
3.        Para donatur
4.        Sumber dana lain yang halal dan tidak mengikat

IX. KEPANITIAAN
  Susunan kepanitiaan terlampir
















X.  Penutup
Dukungan dalam bentuk sarana prasarana, fasilitas, finansial ataupun dukungan moril dan do’a. Seberapapun besarnya, akan sangat berarti bagi kami. Demikian kiranya yang dapat kami sampaikan. Mudah - mudahan semua yang direncanakan dapat berjalan dengan lancar dan tetap berada dalam lindungan dan ridho Allah SWT.


                                                                                                           Bandung, 17 April 2015

       Ketua Pelaksana                                                                              Sekretaris



      Muhamad Lutfi S.E                                                                               Denis                                                                   



Lampiran 1
                               Waktu
 Kegiatan
2-30 april 2015
1-12 Mei 2015
13 Mei 2015
14 Mei s.d seterusnya
Pengajuan proposal




Penggalangan dana




Pembelian alat kebersihan




Pelaksanaan































Lampiran 2
PANITIA KEBERSIHAN LINGKUNGAN
PEMBELIAN TONG SAMPAH DAN PEMBUATAN TPA
A. Pelindung                          : 

B. Penasehat                          :

C. Ketua Penyelenggara       :
                                     
D. Panitia Pelaksana
1. Ketua Pelaksana        :
2. Sekretaris                      : 
3. Bendahara                     :

Bagian-Bagian
a.       KORLAP 1                   :

Anggota                                   
b.      KORLAP 2                   :
Anggota                                    :
c.       KORLAP 3                   :
Anggota                                    :
d.      KORLAP 4                   :
Anggota                                    :
                       








Lampiran 3
PEMBELIAN TONG SAMPAH DAN PEMBUATAN TPA


Anggaran
Keterangan
Rincian
Alokasi
(Rp)
Saldo
(Rp)
Pengeluaran
 Pembelian drum sampah

Rp.120.000,- x 20 buah

Rp.2.400.000,-


Rp.2.400.000,-

Pemasukan
Kas Karang Taruna



Rp.200.000,-

Jumlah Kekurangan Dana
 Rp. 2.200.000,-